Minggu, 04 Oktober 2009

Teman Perjalanan




Sumardiono,

Aku lahir untuk menjalani takdirku sendiri. Sesuatu yang ingin aku kendalikan meski terseok-seok.

Pada akhirnya, aku menerimanya dengan keagungan pada apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin. Pada apa yang harus aku genggam dan pada apa yang harus aku lepaskan.

Aku telah memandang diriku seperti apa yang aku definisikan sendiri, bukan seperti apa yang mereka gambarkan tentang aku. Pada imaginasiku tentang dunia, bukan imagi mereka tentang bagaimana dunia.

Pada pengetahuan yang telah memberi terang peradaban, aku memujanya dengan agung. Pada keyakinan yang telah memberi arah perjalananku, aku bersimpuh takzim. Pada cinta yang telah mewarnaii panggung kehidupanku, aku memeluknya sepenuh hati.

Mari menjadi teman seperjalanan dalam memahami hidup dan memaknai kehidupan. Kita, barangkali, ditakdirkan berjumpa di ruang dan waktu yang sama. Pada garis paralel sungai-sungai genetik yang mengalir dari firdaus. Yang pernah bersimpul pada masa yang lain sebelum ini. Ya... itu yang menyatukan kita, siapapun mahluk dengan cetak biru kehidupan yang bernama Deoxiribo Nucleic Acid (DNA).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar